Minggu, 09 Desember 2012

The History of Max Biaggi ( Perjalanan Max Biaggi )

Massimiliano "Max" Biaggi adalah pembalap motor Italia dan juara dunia World Superbike Championship 2010. Sepanjang karir balapnya, ia telah memenangkan Kejuaraan Dunia 250cc empat kali, dan runner-up baik di 500cc maupun MotoGP. Pada tahun 2007 ia pindah ke World Superbike Championship, finish ketiga secara keseluruhan sebagai pemula dan memperoleh gelar juara dunia World Superbike Championship pertamanya pada tahun 2010.
Dia dijuluki 'il Corsaro' ('Sang Corsair') dan 'The Roman Emperor' ('Kaisar Romawi').
 

Karir
125cc
Sewaktu kecil Biaggi lebih tertarik pada sepak bola. Namun pada 1989, setelah ia diberi sepeda motor untuk ulang tahunnya yang ketujuh belas, ia langsung memulai karir balap di kelas 125cc pada usia delapan belas tahun. Pada tahun 1990 ia memenangkan Kejuaraan Italian Sport Production Championship. Setelah sukses di 125cc, Biaggi pindah ke kelas 250cc.


sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5587924
250cc
Pada tahun 1991, Biaggi menjadi juara Eropa dengan motor Aprilia RS250, dan pada tahun yang sama ia finish kedua puluh tujuh pada kelas 250cc untuk pabrikan yang sama. Pada tahun 1992, Biaggi menyelesaikan seluruh musim pertamanya di Grand Prix 250cc untuk Aprilia, dan finish di posisi kelima secara keseluruhan. Di musim tersebut ia memenangkan race pertama di Kyalami, Afrika Selatan. Musim berikutnya, Biaggi bergabung dengan Honda, dan finish di urutan keempat dalam klasemen kejuaraan, termasuk kemenangan tunggal di Barcelona. Pada tahun 1994 ia kembali ke Aprilia dan mendominasi kejuaraan Grand Prix 250cc dengan memenangkan tiga gelar berturut-turut pada tahun 1994, 1995 dan 1996. Pada tahun 1997, Biaggi kembali lagi ke Honda untuk tim ERV Kanemoto, dan memenangkan gelar keempatnya berturut-turut. Setelah itu, ia pindah ke kelas 500cc.

500cc
Biaggi membuat awal yang mengesankan dalam debut 500cc nya, merebut pole position, menciptakan fastest lap dan memenangkan balapan pertamanya di Suzuka pada 1998 untuk tim Kanemoto Honda. Dia juga menang di Republik Ceko dan menyelesaikan seluruh musim sebagai runner-up di belakang Mick Doohan yang legendaris. Biaggi kemudian bergabung dengan Yamaha untuk berperang melawan Honda yang tampil dominan. Dia finish keempat pada tahun 1999, ketiga pada tahun 2000, dan kedua pada tahun 2001.

MotoGP
Pada tahun 2002, Biaggi mengendarai motor 4 langkah untuk pertama kalinya. Ia menang di Brno (Republik Ceko) dan Sepang (Malaysia) untuk meraih posisi runner-up di belakang saingannya, Valentino Rossi.

Pada tahun 2003, Biaggi finish ketiga di klasemen MotoGP setelah bergabung kembali di tim Honda Camel Pramac Pons. Diharapkan bahwa Biaggi akan menjadi salah satu kandidat utama untuk gelar juara dunia pada tahun 2004, tetapi kecelakaan di Estoril membuat harapan itu memudar. Pada akhir musim MotoGP 2004 Biaggi menyelesaikan kejuaraan di tempat ketiga, di belakang Sete Gibernau dan juara dunia, Rossi.

Biaggi memulai musim 2005 sebagai pembalap pabrikan resmi Honda, bergabung dengan pembalap Amerika Nicky Hayden di tim Repsol Honda dengan direktur teknik ERV Kanemoto. Diharapkan kelanjutan kerjasama dengan Kanemoto dan dukungan penuh dari Honda akan membuat Biaggi sebagai salah satu pesaing utama pada tahun 2005. Namun, karena Honda ternyata lebih mendukung rekan Biaggi, Hayden, Biaggi menyelesaikan musim hanya di urutan kelima.

Biaggi kehilangan posisinya untuk musim 2006, tempatnya diisi oleh juara 250cc, Dani Pedrosa. Dia bernegosiasi dengan Honda, Kawasaki, dan Suzuki, tetapi tetap tidak mencapai kesepakatan kontrak bahkan dengan dukungan dari Camel, sponsornya. Pada tanggal 10 Januari 2006, Biaggi memposting di situsnya bahwa dia tidak akan ambil bagian dalam MotoGP musim 2006.

World Superbike Championship
Biaggi berusaha untuk mencapai kesepakatan agar bisa membalap di World Superbike Championship (WSBK) untuk tim Corona Alstare Suzuki pada tahun 2006, tetapi tim tidak bisa menerimanya karena masih mempertahankan pengendara yang lama, juara 2005 Troy Corser dan Yukio Kagayama. Akibatnya, ia mengambil cuti panjang, tetapi pada tanggal 14 September 2006, Biaggi mengumumkan ia telah menandatangani kontrak untuk menggantikan Troy Corser.

Biaggi memulai musim dengan memenangkan lomba pertama di Losail International Circuit di Qatar dan finish kedua di race dua. Max Biaggi menjadi salah satu dari lima orang yang memenangkan race pertama mereka di WSBK, dan satu-satunya pembalap yang pernah memenangkan balapan pertamanya di Superbike dan GP 500cc. Dia kemudian finish 3 dan 4 di Phillip Island, Australia.

Max Biaggi akhirnya menempati posisi ketiga klasemen, di belakang Juara Dunia James Toseland dan rider Yamaha Noriyuki Haga. Pada akhir musim, Francis Batta, Direktur tim Alstare Suzuki Racing, terpaksa melepas Biaggi, karena hilangnya sponsor utama Corona Extra. Selain itu, Suzuki memutuskan untuk menarik tim pabrikan dari WSBK untuk tahun 2008, dan fokus pada kejuaraan MotoGP.

Pada 2008 Biaggi bergabung dengan tim privateer Sterilgarda / GoEleven, bekerja sama dengan Ruben Xaus. Tujuh podium mengantarnya pada posisi tujuh klasemen, tiga tempat di depan Xaus dan satu tempat di depan pembalap Ducati Michel Fabrizio.

Pada 2009 ia bergabung kembali dengan tim pabrikan Aprilia. Dia naik podium di dua race di Qatar, dan terus mencetak poin sebelum mengambil kemenangan pertamanya di Brno, setelah pemimpin balapan Fabrizio dan Ben Spies bertabrakan. Dia finish kedua di belakang Spies dalam race 2, dan menyelesaikan musim secara keseluruhan di posisi 4.

Biaggi tetap bersama Aprilia untuk tahun 2010, juara ganda di Monza mengantarnya naik ke posisi dua dalam klasemen. Kemenangan ganda lainnya di Amerika Serikat memberinya tempat pertama dalam klasemen, setelah sebelumnya pemimpin klasemen Leon Haslam gagal untuk menyelesaikan perlombaan.

Pada bulan Agustus 2010, Biaggi menandatangani perpanjangan dua tahun kontrak bersama Aprilia.
Pada tahun 2010, Biaggi menjadi pembalap Aprilia dan Italia yang pertama memenangkan Kejuaraan Dunia di World Superbike Championship.

Kehidupan pribadi
Biaggi dikenal dengan julukan “The Roman Emperor” juga “Mad Max” dan terkenal karena hubungan yang sulit dengan pers, personel tim dan pengendara lain.

Sepanjang karirnya, Biaggi terkenal karena persaingan panas dengan rekan senegaranya Valentino Rossi. persaingan ini ditampilkan dalam film dokumenter 2003 tentang balap sepeda motor yang berjudul “faster”, di mana Biaggi dan Rossi muncul.
Pada tahun 1997, ia dikabarkan berkencan dengan supermodel Naomi Campbell. Hal ini menuntun pada penghinaan yang dilakukan oleh Rossi. Pada salah satu perayaan kemenangannya, Rossi membonceng boneka wanita pirang yang mengenakan jersey bola dengan nama Claudia Schiffer di belakangnya untuk mengolok-olok hubungan Biaggi. Pada GP Spanyol 2001, kedua pembalap tersebut baku hantam sesaat sebelum naik podium. Ada upaya untuk menutupi kejadian tersebut dari pers tetapi segera terungkap.
Pada tahun 2006 ia menguji mobil F1 untuk tim Midland F1 di sirkuit Silverstone. Dia menempuh jarak yang setara dengan race normal F1 tanpa masalah, sementara Valentino kehilangan kontrol dua kali ketika menguji mobil Ferrari F1 pada tahun yang sama. Biaggi pun berkomentar, "Akhirnya ada sesuatu yang bisa saya lakukan lebih baik daripada dia (Rossi)."

Biaggi sekarang bertunangan dengan Miss Italia 2002 Eleonora Pedron, mereka dikaruniai seorang putri.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►

Pengikut

 
Close .: Baca Juga Yang Ini :.
www.blogpingtool.com

Copyright © 2013. Frozenyuan - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz