Kamis, 06 Juni 2013

Ciri-ciri mandul pada pria dan wanita

Ciri Wanita Mandul

 Tidak memiliki keturunan setelah menikah tentunya menjadi sebuah kesedihan sendiri bagi pasangan. Tidak bisa memiliki keturunan tersebut disebabkan karena salah satu dari pasangan mengalami kemandulan. Mandul bisa terjadi oleh siapa saja, baik wanita maupun pria.
 Faktor wanita hanya sepertiga dari total kasus kemandulan, sepertiganya lagi merupakan faktor pria, dan sepertiga sisanya merupakan gabungan antara faktor pria dan wanita. Untuk mengetahui kesuburan pria bisa dilihat dari aspek sperma yang dikeluarkan. 
Dari situ bisa dilihat apakah sperma yang dikeluarkan baik atau tidak. Sedangkan untuk mengetahui kesuburan seorang wanita, biasanya dilihat dari siklus menstruasinya. Gangguan yang paling sering dialami wanita mandul adalah gangguan ovulasi. Bila ovulasi tidak terjadi, maka tidak akan ada sel telur yang bisa dibuahi. 

Salah satu tanda wanita yang mengalami gangguan ovulasi yaitu haid yang tidak teratur atau tidak muncul sama sekali. Gangguan lain yang bisa menyebabkan kemandulan pada wanita, antara lain: 

1. Tertutupnya lubang saluran tuba Tertutupnya lubang saluran tuba yang disebabkan karena infeksi, endometriosis, dan operasi pengangkatan kehamilan ektopik. 

2. Gangguan fisik rahim Gangguan fisik rahim ini, seperti haid yang tidak teratur atau tidak muncul sama sekali dan nyeri haid yang diluar kebiasaan. Jika Anda selalu merasakan nyeri haid yang tidak biasa, maka pergilah ke dokter kandungan untuk mengonsultasikan masalah tersebut. 
3. Penyakit radang panggul Penyakit radang panggul ini merupakan suatu peradangan pada tuba faloppi atau saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim. Biasanya peradangan menyerang kedua tuba dan infeksi bisa menyebar ke rongga perut dan menyebabkan peritonitis. 

4. Keguguran lebih dari sekali Keguguran merupakan kegagalan kelangsungan proses kehamilan secara spontan pada usia lebih dini atau sama dengan 20 minggu. Keguguran akan menjadi masalah serius jika terjadi berulang. Gangguan yang terjadi tersebut bisa saja terus meningkat bila Anda memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, terlalu gemuk atau kurus, meminum alkohol, kekurangan gizi, stres, memiliki penyakit menular seksual, dan umur. Umur bisa menurunkan kemampuan seorang wanita untuk hamil karena kemampuan indung telur melepaskan sel telur menurun seiring peningkatan usia, mutu sel telur menurun, dan rentan mengalami keguguran. Bagi wanita sehat yang berusia di bawah 30 tahun, tak perlu khawatir akan mandul kecuali Anda telah berusaha selama setahun untuk sekedar hamil. Bila hal tersebut terjadi, maka Anda harus ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kesuburan. Namun, bagi perempuan yang berusia di atas 30 tahun, mereka harus segera ke dokter bila tak kunjung hamil. 

Ciri Pria Mandul


Mengetahui kesuburan pria sama pentingnya dengan mengetahui kesuburan pasangan wanitanya dalam menentukan sebab-sebab kesulitan memiliki anak. Tes kesuburan pria biasanya dilakukan melalui analisis semen untuk mengetahui jumlah, kualitas, gerakan, dan karakteristik lain dari sperma yang diproduksi sang pria. 
Dilansir Republika.co.id, Wahyuning Ramelan, ahli andrologi mengatakan bahwa menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), ciri dan kriteria fertilitas seorang pria bisa dilihat dari aspek sperma yang dia keluarkan. Menurut WHO, berikut ciri-ciri sperma yang tidak baik secara makroskopis: 

1. Tidak memiliki volume sekitar 2-5 mililiter. 

2. Tidak berbau khas. 

3. Tidak mencair dalam waktu kurang dari satu jam jika di luar organ reproduksi wanita. 

4. Tidak berwarna putih keruh dan tidak kental. 

5. Setiap mililiter sperma tidak berjumlah sekitar 20-40 juta dengan 30 persen diantaranya berbentuk normal. 

6. Mobilitasnya tidak bagus. 

7. Adanya aglutinasi (dua spermatozoa yang melekat). Jika ciri-ciri tersebut Anda miliki, maka akan terjadi beberapa kelainan pada sperma yang dihasilkan, seperti oligozoospermia (jumlah spermatozoa yang dihasilkan kurang dari 15 juta), astenozoospermia (gerakan spermatozoa tidak normal), teratozoospermia (jumlah spermatozoa yang normal jauh di bawah 30 persen), azoospermia (sperma yang dikeluatkan hanya berupa cairan), dan aspermia (tidak ada sperma yang dikeluarkan). 

Dilansir Republika.co.id, Wahyuning juga mengatakan bahwa penyebab kemandulan seorang pria itu terbagi menjadi dua. Pertama adalah faktor genetik. Pria dengan kromosom yang berjumlah 47 tipe XXY tidak akan menghasilkan sperma. Sedangkan pria dengan jumlah kromosom 46 tipe XX, proses pembuatan spermanya akan terganggu. Penyebab yang kedua adalah faktor dari luar yang bisa didapat dari penyakit, seperti varicoceles atau hernia. Penyakit tersebut bisa berpotensi menyumbat saluran sperma. Selain itu, radiasi juga bisa menurunkan kesuburan pria, bahkan menyebabkan kemandulan. Kemandulan juga seringkali disebabkan oleh penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Kedua penyakit ini pada awalnya mungkin tak menunjukkan gejala. Gejala baru timbul setelah terjadinya peradangan panggul atau salpingitis. Untuk itu, Anda dianjurkan untuk menjalani perilaku seksual yang aman guna meminimalkan risiko kemandulan di masa yang akan datang.

mangkanya itu gan ! kita musti jaga baik-baik apa yang kita miliki ini . lebih baik mencegah daripada mengobati gan :) 

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►

Pengikut

 
Close .: Baca Juga Yang Ini :.
www.blogpingtool.com

Copyright © 2013. Frozenyuan - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz